SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit –  Sekolah Perintis atau Sekolah Rakyat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempersiapkan diri untuk pelaksanaannya. Namun, aktivitas belajar mengajar pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. 

"Saat ini sudah ada satu rombel yaitu 25 anak untuk  tingkat Sekolah Dasar (SD) dari target 50 anak. Jumlah itu meningkat dari yang hanya 14 anak, kemarin. Kami terus berupaya agar target tercapai," ujar Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, Kamis, 24 Juli 2025.

Sementara terkait aktivitas belajar mengajar  pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Ia menambahkan kementerian juga tengah melakukan seleksi guru untuk sekolah rakyat tersebut. 

"Kalau  kesiapan gedung, termasuk asrama dan ruang belajar, telah mencapai 60 persen. Tapi kita masih menunggu petunjuk lebih lanjut untuk proses belajarnya. Karena seleksi guru masih dilakukan.  Jika sudah mendapat petunjuk untuk melakukan proses belajar mengajar maka daerah juga melaksanakan. Daerah sudah mempersiapkan semuanya," jelasnya.

Meskipun proses belajar mengajar tertunda, Hawianan optimis ketertinggalan materi pembelajaran dapat dikejar. 

“Untuk materi pembelajarannya nanti bisa dikejar, pasti pemerintah sudah memperhitungkan ketertinggalan ini,” ujarnya.

Sekolah rakyat di Kabupaten Kotim dipersiapkan dua tingkatan yaitu SD dan Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Sementara itu, untuk tingkat SMA, penerimaan siswa telah terpenuhi, bahkan melebihi kuota dengan adanya cadangan 10%.  Proses seleksi guru yang dilakukan Kementerian Sosial menjadi kunci dimulainya proses belajar mengajar di Sekolah Perintis Kotim.  Pemerintah daerah menyatakan kesiapannya untuk segera memulai proses belajar mengajar begitu mendapat arahan lebih lanjut. (DEVIANA/j)