KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di MAN Kapuas telah berjalan selama lebih dari satu minggu, tepatnya sejak pelaksanaan pertama. Program ini dirancang sebagai upaya untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi para siswa terpenuhi secara optimal dan merata, sehingga mendukung proses belajar mengajar serta meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan. 

Berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini, menganggapnya sebagai langkah inovatif dan sangat positif dalam mendukung pendidikan dan kesehatan siswa.

Borneonews pada Kamis, 24 Juli 2025, turut memantau proses pelaksanaan program ini secara mendalam. Dalam kunjungan tersebut, media didampingi oleh Kepala MAN Kapuas yang diwakili oleh Ahmad Sajarwan sebagai Wakil Kepala Bagian Kurikulum, yang menjelaskan secara rinci bagaimana proses pelaksanaan MBG berlangsung di sekolah tersebut.

"Setiap hari, tepat pukul 11 siang, makanan dari pihak penyedia sudah tiba di sekolah. Setelah makanan sampai, para guru dan siswa mulai berkoordinasi untuk membagikan makanan tersebut kepada siswa sebelum pelaksanaan shalat Zuhur," ujar Sajarwan. Ia menambahkan bahwa proses ini dilakukan secara tertib dan terorganisasi agar semua siswa mendapatkan bagian yang adil dan tepat waktu.

Dijelaskan pula bahwa kegiatan ini berlangsung secara rutin setiap hari, kecuali pada hari Jumat. Pada hari Jumat, makanan tiba lebih awal, sekitar pukul 9 pagi, karena adanya pelaksanaan salat Jumat yang memerlukan kesiapan lebih awal. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan penyesuaian pihak sekolah terhadap jadwal kegiatan keagamaan yang berlaku di lingkungan sekolah.

Selain proses distribusi, pihak sekolah juga menegaskan bahwa setelah siswa selesai makan, bagian koordinasi kelas akan mengumpulkan tempat makan yang telah digunakan dan melakukan penghitungan kembali. 

"Jika ditemukan tempat makan yang hilang atau rusak, akan dikenakan denda sebesar 80 ribu rupiah, sebagai bentuk tanggung jawab dan disiplin siswa. Tempat makan tersebut kemudian akan dikembalikan kepada pihak penyedia makanan, sekaligus menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di hari berikutnya," tambahnya.

Terkait menu yang disediakan oleh pihak penyedia, para guru dan siswa memberikan penilaian positif. Mereka menyatakan bahwa menu yang disajikan cukup memenuhi kebutuhan gizi, baik dari segi porsi, rasa, maupun variasi menu harian. 

Bahkan, menu yang dihadirkan tidak selalu sama, sehingga memberikan variasi dan menjaga suasana makan yang menyenangkan serta tidak monoton. Dalam beberapa hari terakhir, menu yang disajikan meliputi lauk daging, telur, dan selalu dilengkapi dengan sayur-sayuran segar. Porsi makanan juga dinilai cukup dan seimbang, sehingga seluruh siswa merasa kenyang dan puas.

"Kemarin lauknya daging, hari ini telur, dan semuanya dilengkapi dengan sayur-sayuran. Porsinya juga pas, dan rata-rata makanan selalu habis dimakan," ujar salah satu guru dan siswa yang ditemui dalam kunjungan tersebut. Mereka mengaku bahwa program ini sangat membantu mereka, terutama bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu, karena kebutuhan gizi mereka terpenuhi tanpa harus membebani orang tua.

Selain dari segi gizi, pelaksanaan program ini juga memberikan manfaat edukatif dan disiplin kepada siswa. Mereka belajar mengenai pentingnya pola makan sehat dan disiplin dalam menjaga kebersihan serta tanggung jawab terhadap fasilitas yang disediakan. Para siswa juga terlihat antusias dan merasa dihargai karena mendapatkan makanan bergizi secara gratis, yang secara tidak langsung meningkatkan semangat belajar dan rasa syukur mereka.

"Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan karakter dan kesehatan yang baik," tutupnya. (SABRIANOOR/J)