BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang nahkoda kapal wisata susur sungai, M Jidi (58) atau yang akrab disapa Taba, ditemukan meninggal dunia di atas kapalnya di perairan Sungai Kahayan, Palangka Raya, Kamis 24 Juli 2025 malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Jasad korban ditemukan dalam posisi tengkurap di bagian depan kapal yang berada di tepi Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut. Korban diketahui warga Jalan Rindang Banua, Kompleks Ponton.
Istri korban, Armah (48), mengungkapkan kecurigaannya bermula dari ketidakmampuannya menghubungi suaminya sejak pukul 18.00 WIB.
Setelah beberapa kali mencoba menghubungi tanpa jawaban, dan mengingat riwayat penyakit jantung, paru-paru, dan tekanan darah tinggi yang diderita suaminya.
"Saya meminta bantuan teman suami saya untuk mengecek kondisi suami saya," ungkap Ramah, Jumat, 25 Juli 2025.
Teman korban, Ahmad alias Kai Takup, menemukan Taba telah meninggal dunia di atas kapal. Ia langsung menghubungi istri korban dan warga sekitar untuk membantu evakuasi jenazah.
Warga dan petugas gabungan dari kepolisian serta instansi terkait kemudian mengevakuasi jenazah dari tengah sungai ke daratan.
Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, Kompol Rian Permana, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan obat-obatan milik korban.
Berdasarkan keterangan istri korban, Taba memiliki riwayat penyakit jantung dan baru saja berobat di RSUD Doris Sylvanus sehari sebelum kejadian. Kematian Taba diduga berkaitan dengan penyakit yang dideritanya.
"Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian nahkoda kapal wisata tersebut jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (PATHUR/H)









