PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko dalam pemerintahan kota.

Dinamika pemerintahan yang terus berkembang menuntut kesiapan organisasi dalam mengelola risiko secara efektif. Pengabaian risiko dapat berdampak signifikan terhadap kinerja lembaga dan kepercayaan publik.

Arbert menjelaskan bahwa risiko dalam pemerintahan tidak hanya mencakup potensi kegagalan internal, tapi juga berdampak luas pada kualitas pelayanan publik.

"Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien," Jumat, 25 Juli 2025.

Pendekatan manajemen risiko, menurutnya, akan membantu perangkat daerah merumuskan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap potensi gangguan. Baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan program, identifikasi dan mitigasi risiko akan menjadi kunci keberhasilan.

Perencanaan yang matang dan mitigasi risiko yang terstruktur menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

Arbert optimistis konsistensi dalam penerapan manajemen risiko di seluruh perangkat daerah akan menciptakan iklim birokrasi yang lebih sehat, produktif, dan kredibel. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat akuntabilitas pemerintahan.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk berkomitmen bersama menjadikan manajemen risiko sebagai instrumen utama dalam membangun pemerintahan yang tangguh dan terpercaya.

"Dengan komitmen bersama, Kota Palangka Raya dapat mencapai tujuan pembangunannya secara optimal dan berkelanjutan," pungkasnya. (PATHUR/R)