JAKARTA –

BORNEONEWS - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengoptimalkan peran 126 Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah terbentuk dan tersebar pada berbagai desa dan kelurahan di kabupaten setempat.

"MPA yang beranggotakan masyarakat di desa atau kelurahan setempat memiliki peran strategis, sekaligus sebagai garda terdepan pemerintah dalam mendeteksi, mengantisipasi dan menangani karhutla," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Atis di Kuala Kurun, Jumat.

Dia mengatakan dari 127 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Gunung Mas hanya tersisa satu daerah yang belum terbentuk MPA yakni di Desa Sei Riang Kecamatan Tewah.

Ia menjelaskan Pemkab Gumas melalui BPBD sejak beberapa tahun terakhir gencar mendorong pemerintah desa/kelurahan agar membentuk MPA. Hingga saat ini tersisa satu desa yang belum membentuk MPA.

BPBD Gumas juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Tewah agar Pemerintah Desa Sei Riang segera membentuk MPA sehingga seluruh desa/kelurahan di kabupaten setempat memiliki MPA.

Di sisi lain dari 126 MPA yang ada di Gumas, kata dia, sebanyak 47 MPA sudah pernah mengikuti pelatihan terkait penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ke depan BPBD akan mengupayakan agar seluruh MPA mengikuti pelatihan tersebut.

Dukungan yang diberikan BPBD Gumas terhadap MPA tidak hanya sebatas pelatihan terkait karhutla, kata dia, namun juga pemberian bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan mesin pompa.

"APD telah disalurkan kepada 97 MPA, sedangkan mesin pompa disalurkan kepada 103 MPA. Selain itu Pemkab juga telah menyalurkan bantuan motor pemadam roda tiga untuk empat pemerintah kecamatan," katanya.

Dia menambahkan BPBD Gumas memberi perhatian khusus kepada MPA, karena kelompok ini diharapkan ikut berperan dan ambil bagian dalam mencegah dan menanggulangi bencana karhutla, khususnya di wilayah masing-masing.

"MPA adalah kelompok masyarakat yang dibentuk secara sukarela untuk mencegah dan menanggulangi karhutla. Mereka diharap menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di tingkat desa/kelurahan," kata Atis.

ANTARA