BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan bahwa penurunan angka stunting merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Tidak ada pihak yang dapat bekerja sendiri dalam upaya percepatan penurunan stunting ini. Semua pihak harus bersinergi dan bahu-membahu untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Fairid menekankan pentingnya intervensi yang tepat sasaran dalam program penurunan stunting. Intervensi yang tepat akan memberikan dampak yang lebih efektif dan efisien dalam mengatasi masalah stunting.
"Hal ini membutuhkan perencanaan yang matang dan pemahaman yang komprehensif mengenai penyebab dan faktor risiko stunting," katanya, Jumat, 25 Juli 2025.
Kerja lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penurunan stunting. Program penurunan stunting membutuhkan kolaborasi yang erat antara berbagai instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta.
Setiap sektor memiliki peran dan kontribusi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama.
Wali Kota juga menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas program penurunan stunting.
Data dan informasi yang akurat sangat dibutuhkan untuk mengukur keberhasilan program dan melakukan penyesuaian strategi jika diperlukan. Transparansi data dan informasi juga penting untuk membangun kepercayaan publik.
Selain itu, peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan stunting juga sangat penting.
"Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara intensif dan berkelanjutan untuk mengubah perilaku dan pola hidup yang dapat mencegah stunting," pungkasnya. (PATHUR/R)









