PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan menekankan bahwa keberhasilan pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada peran aktif masyarakat sebagai pelaku utama. 

Menurutnya, keterlibatan langsung warga dalam menjaga lingkungan hidup menjadi faktor kunci menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Masyarakat harus menjadi aktor utama, bukan sekadar objek dari program-program lingkungan. Tanpa partisipasi warga, upaya pemerintah tidak akan berjalan optimal,” ujar Yudhi, Jumat, 25 Juli 2025.

Ia mencontohkan, dalam persoalan pengelolaan sampah, masyarakat memiliki peran vital dalam memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 

Demikian pula dalam menjaga kelestarian kawasan hijau, sungai, dan lahan gambut, kesadaran kolektif warga sangat dibutuhkan.

Yudhi mendorong agar pemerintah kota memperkuat program berbasis komunitas, seperti bank sampah, kampung iklim (Proklim), gerakan tanam pohon, dan patroli lingkungan warga. Ia juga menilai pentingnya edukasi lingkungan sejak usia dini melalui kurikulum sekolah dan kegiatan masyarakat.

“Lingkungan bukan hanya tanggung jawab dinas teknis. Ini soal budaya, pola hidup, dan kesadaran kolektif kita sebagai warga kota,” tegasnya.

Ia berharap ke depan akan lahir lebih banyak komunitas atau kelompok masyarakat yang bergerak aktif dalam pelestarian lingkungan, serta adanya dukungan regulasi dan insentif dari pemerintah bagi mereka yang berkontribusi nyata.

Dengan menjadikan masyarakat sebagai ujung tombak pelindung lingkungan, Yudhi Karlianto Manan optimistis Palangka Raya bisa tumbuh sebagai kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat secara ekologi dan sosial. (MARINI/R)