BORNEONEWS, Palangka Raya – Keputusan SMP Negeri 6 Palangka Raya menjalin kemitraan strategis dengan Google bukan sekadar langkah prestisius, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata sekolah tersebut dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi digital.
Sekretaris Dinas Pendidikan Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mengatakan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan inovasi pembelajaran yang lebih adaptif di era digital. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut sekolah untuk mampu bertransformasi secara digital.
“Pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. SMPN 6 Palangka Raya memahami ini, dan itulah alasan mereka menempuh jalur kemitraan dengan Google,” ujar Vico, Jumat, 25 Juli 2025.
Ia menambahkan, kemitraan ini melalui proses seleksi yang ketat, termasuk wawancara langsung dengan tim Google, sebelum akhirnya SMPN 6 ditetapkan sebagai Sekolah Rujukan Google pertama di Kalimantan Tengah pada Kamis, 24 Juli 2025.
Kepala Sekolah SMPN 6 Palangka Raya, Slamet Miharto, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan citra sekolah, tetapi lebih pada pemberdayaan guru dan siswa dalam mengoptimalkan teknologi digital dalam kegiatan belajar-mengajar.
“Guru-guru kami telah dibekali sertifikasi resmi dari Google for Education. Mereka kini mampu mengelola pembelajaran menggunakan Google Classroom, membuat materi interaktif, mengatur jadwal digital, dan memantau kemajuan siswa secara efisien,” ungkap Slamet.
Google Certified Educator Level menjadi salah satu indikator bahwa para guru di SMPN 6 sudah menguasai beragam alat seperti Google Drive, Docs, Slides, Sheets, Forms, hingga Google Calendar.
Menurut Vico, penguasaan ini bukan sekadar teknis, tetapi merupakan bentuk peningkatan mutu layanan pendidikan yang berkelanjutan.
Dinas Pendidikan berharap, keberhasilan SMPN 6 menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Palangka Raya untuk turut bertransformasi secara digital demi menjawab tantangan zaman.









