SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Di tengah aktivitas perkebunan sawit di Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Maria, seorang pekerja salah satu perusahaan sawit, menyelamatkan seekor bekantan jantan yang ditemukan dalam kondisi lemah di tepi jalan panen.

Bekantan, satwa endemik Kalimantan yang terancam punah, itu ditemukan Maria pada Selasa sore, 22 Juli 2025, saat dirinya pulang kerja. Tubuh primata berhidung besar tersebut tampak lemas dengan luka di bagian pelipis.

Kasihan melihat kondisi satwa langka itu, Maria memutuskan membawa bekantan ke tempat tinggalnya di bedeng. Dengan perawatan sederhana, ia mengoleskan betadin dan memberikan ampisilin, berusaha mengobati bekantan.

Tak berhenti sampai di situ, Maria kemudian mencari informasi melalui media sosial untuk mencari tahu mengenai BKSDA Kalimantan Tengah (Kalteng). Pada Kamis, ia berhasil menghubungi call center BKSDA Kalteng, yang diteruskan ke Seksi Konservasi Wilayah II. Respons cepat datang keesokan harinya.

“Pada hari Jumat, 25 Juli 2025, petugas Resort BKSDA Sampit bersama anggota Manggala Agni, Budi Wahyudin, melakukan penjemputan satwa tersebut di lokasi dengan disaksikan pihak perusahaan,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Jumat, 25 Juli 2025.

Saat dijemput, bekantan dalam keadaan masih lemah dan luka di bagian pelipis telah mengering. Untuk sementara, satwa tersebut dirawat di Pos BKSDA Sampit.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah membantu menjaga kelestarian satwa liar. Tindakan yang dilakukan Maria adalah contoh yang benar, menyelamatkan dan menyerahkan satwa dilindungi kepada pihak berwenang,” tutur Muriansyah. (DEWI PATMALASARI/j)