PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penghitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2025, Jumat, 25 Juli 2025, bertempat di Aula Banama Tingang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pulpis, Tekson, menyampaikan bahwa Kajian Risiko Bencana (KRB) dalam tahapan penghitungan IKD tahun ini bertujuan untuk mengukur kapasitas dan ketahanan Kabupaten Pulpis terhadap berbagai risiko bencana.

“Melalui kajian ini, BPBD mengumpulkan data, menganalisis potensi risiko, dan menilai tingkat kerentanan daerah sebagai dasar penyusunan strategi pengurangan risiko bencana yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Tekson.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antar perangkat daerah serta mendukung pencapaian pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Franta Eveline, yang hadir bersama Devy Cynthia Selina sebagai narasumber. Selain dari BNPB, hadir pula narasumber dari BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah dan Bappedalitbangda (Bapperida) Pulpis.

Wakil Bupati Pulpis, Ahmad Jayadikarta, juga hadir mewakili Bupati Ahmad Rifa’i untuk membuka acara secara resmi. Adapun peserta FGD berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga, serta kantor di lingkup Kabupaten Pulpis dan Provinsi Kalimantan Tengah, dengan total peserta sebanyak 31 orang. (RETHA/j)