PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Aroma berbagai kuliner yang menggoda bercampur dengan suara musik menyambut pengunjung yang memadati jalan depan rumah jabatan Bupati Kotawaringin Barat, Jumat malam, 25 Juli 2025. Di antara tenda-tenda para pelaku UMKM tersenyum menyambut pelanggan. Begoyap Night Market kembali hadir, kali ini di Kelurahan Raja.

Bagi sebagian orang, pasar malam mungkin sekadar tempat rekreasi. Namun bagi 65 pelapak yang tergabung dalam Begoyap Night Market, ini adalah panggung harapan—tempat di mana produk rumahan, jajanan lokal mendapat ruang untuk bersinar.

“Senang bisa ikut lagi. Dagangan saya cepat laku karena banyak pengunjung yang suka kue tradisional,” ujar Siti, pelaku UMKM asal Kelurahan Raja dengan senyum bangga.

Pasar malam ini bukan hanya soal jual-beli. Sejak pertama kali diinisiasi, Begoyap Night Market telah menjadi etalase ekonomi mikro Kotawaringin Barat. Tak sekadar menggerakkan uang, kegiatan ini juga menghidupkan semangat kolaborasi antara UMKM, warga, hingga pemerintah daerah.

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, yang hadir langsung membuka acara, menyebut Begoyap sebagai “embrio ketahanan ekonomi mikro.” Menurutnya, kegiatan ini adalah upaya konkret untuk menjaga denyut usaha kecil agar terus hidup, bahkan berkembang.

“Lewat kegiatan seperti ini, para pelaku usaha mikro tetap bisa memperoleh penghasilan,” katanya.

Lebih dari sekadar agenda musiman, pemerintah daerah merancang Begoyap Night Market menjadi kegiatan rutin bulanan yang bergilir di tiap kelurahan. Setelah Kelurahan Raja, giliran Kelurahan Mendawai akan menjadi tuan rumah selanjutnya.

Tak hanya menjual, pelapak juga diajak menjaga kualitas dan kebersihan dagangan. “Kita dorong pelaku usaha untuk memperhatikan estetika dan kebersihan. Kita ingin pasar ini nyaman dan terus dicintai masyarakat,” tambah Bupati Nurhidayah.

Rencananya, Begoyap Night Market akan masuk dalam kalender resmi event Kabupaten Kotawaringin Barat. Sebuah langkah maju bagi UMKM lokal yang selama ini bekerja dalam senyap, kini mulai dilihat dan diapresiasi.

Dan malam itu, di bawah cahaya lampu-lampu tenda dan langit yang cerah, geliat kecil ekonomi rakyat kembali terasa hangat. Bukan hanya jualan yang hidup, tetapi juga semangat—bahwa dari gang-gang kecil dan dapur rumah tangga, perubahan besar bisa dimulai. (NURITA/J)