BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Layang-layang mungkin merupakan salah satu permainan tanpa gadget yang masih tersisa. Sebelumnya, telah ada permainan musiman lain yang kini hilang ditelan zaman, seperti kelereng, kelele, karet dan gambar kertas.
"Sekarang tidak lagi melihat anak-anak di Kuala Kapuas bermain kelereng, gambar, kelele, dan karet. Kalau perempuannya biasanya main kerang dan kasti. Dulunya, semua permainan itu memiliki musimnya sendiri, namun sekarang yang masih eksis hanyalah layang-layang," ucap Miko, warga Kuala Kapuas, Sabtu, 26 Juli 2025.
Miko masih mengingat permainan-permainan tersebut. Sebelum tahun 2010, permainan-permainan itu rutin dimainkan secara musiman. Ia pun mengisahkan suasana sore hari atau saat libur sekolah, di mana anak-anak sebayanya dulu begitu asyik bermain di halaman rumah dan bertandang ke rumah teman di sebelahnya.
"Jadi, dari permainan itu, kita banyak teman. Main kelereng misalnya, bisa sampai 4 hingga 6 orang anak," ungkapnya, mengenang dulu di Kuala Kapuas.
Tidak hanya itu, menurut Miko, gadget juga telah mengalihkan perhatian generasi muda dan bahkan membuat anak-anak sekarang mungkin tidak mengenal permainan tradisional seperti 'ajak-ajakan', 'ayam-ayaman', 'petakumpet', 'indukan ayam', dan 'inting-intingan'.
"Permainan dulu itu bagus untuk memotivasi anak-anak di masa pertumbuhan. Banyak bergerak dan benar-benar berinteraksi dengan sekitar," tambahnya.
Khawatir permainan seperti ini semakin dilupakan, Miko berharap pemerintah daerah bisa menetapkan satu hari dalam sebulan sebagai hari tanpa gadget, yang diisi dengan permainan-permainan tradisional tersebut.
"Coba pemerintah bisa berinisiatif satu hari tanpa gadget, isinya seperti bermain intingan dan lain-lain. Badan sehat, tali persaudaraan semakin utuh, dan tradisi tidak hilang," harapnya. (SABRIANOOR/y)









