BORNEONEWS, Palangka Raya - Komoditas kelapa sawit tidak lagi menjadi hal asing bagi masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu sektor strategis, kelapa sawit memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Pengamat Ekonomi Bidang Ekonomi Kalimantan Tengah, Rawing Rambang menuturkan bahwa kelapa sawit bukan hanya produk, tetapi juga penggerak kesejahteraan bagi jutaan keluarga di negeri ini.
Data Direktorat Jenderal Perkebunan tahun 2023 mencatat luas kebun sawit di Indonesia mencapai 16,38 juta hektar. Dari angka tersebut, 59 persen merupakan perkebunan besar, sementara 41 persen dikelola oleh rakyat.
“Distribusi ini menunjukkan keterlibatan masyarakat cukup besar dalam industri sawit, dan mereka menjadi bagian penting dalam rantai nilai,” ujar Rawing pada Sabtu, 26 Juli 2025.
Produksi minyak kelapa sawit atau CPO nasional mencapai 48 juta ton per tahun. Industri ini menyerap 4,2 juta tenaga kerja langsung dan sekitar 12 juta tenaga kerja tidak langsung.
“Di balik angka-angka tersebut, ada harapan dan tantangan besar yang perlu kita kelola secara bijak, dari isu keberlanjutan hingga kepastian pasar,” Rawing menggarisbawahi.
Selain berdampak luas secara sosial, kelapa sawit berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Pada tahun 2022, ekspor komoditas ini mencapai nilai Rp600 triliun atau setara dengan USD 39 miliar, melampaui ekspor migas.
“Nilai ini membuktikan bahwa sawit adalah aset negara, tapi kita juga harus menjaga agar tak berbalik menjadi beban,” kata Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalteng ini.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya reformasi dan pengawasan ketat. Tantangan lingkungan, tata kelola lahan, dan transparansi rantai pasok menjadi sorotan utama,"
“Sawit harus hadir sebagai komoditas berkelanjutan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga ekosistem dan harkat petani,” tegas Dosen Universitas Kristen Palangka Raya ini lagi.
Rawing yang juga Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini mengajak semua pihak untuk melihat kelapa sawit sebagai peluang besar yang harus diiringi dengan tanggung jawab kolektif. Dengan inovasi, regulasi yang tepat, serta komitmen dari para pemangku kepentingan, kelapa sawit diyakini dapat menjadi kunci transformasi ekonomi hijau Indonesia. (TESTI PRISCILLA/y)









