BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP berhasil meraih penghargaan Juara I dalam kategori Inovasi dan Kreatif pada ajang Indonesia Ekonomi Kreatif Expo (Indokraf) 2025. Pameran bergengsi ini berlangsung di Denpasar, Bali dengan mengusung tema "Pemberdayaan Perekonomian Daerah".
Dalam ajang tersebut, BPDP menampilkan ragam produk unggulan hasil kreativitas UMKM mitra binaan. Sebanyak 100 produk berbasis sawit dan turunannya dikurasi dalam "Katalog 100 Produk UKMK Sawit", sebagai wujud konkret pengembangan industri kreatif berbasis perkebunan. Di samping itu, BPDP juga menggelar talkshow bertema “Peluang Kolaborasi Pengembangan UMKM Berbasis Sawit, Kakao, dan Kelapa” yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta pameran.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan bahwa partisipasi dalam Indokraf merupakan bentuk komitmen BPDP dalam mempromosikan potensi usaha perkebunan, khususnya sawit, serta menyuarakan berbagai manfaat sawit dalam kehidupan masyarakat luas.
“Pemberdayaan ekonomi kreatif daerah bukan sekadar menciptakan produk menarik. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan kompetitif. Lewat kegiatan ini, BPDP turut mendukung implementasi Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo, yakni pengembangan kewirausahaan dan industri kreatif berbasis UMKM perkebunan,” ujar Helmi dalam rilisnya pada Sabtu, 26 Juli 2025.
Indonesia Ekonomi Kreatif Expo 2025 dirancang sebagai platform strategis yang mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif dengan investor dan pasar potensial. Pameran ini menjadi ruang interaktif untuk mempromosikan produk unggulan daerah, potensi pariwisata, serta membuka peluang investasi baru yang berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Tidak hanya produk kreatif yang ditampilkan, pengunjung juga disuguhi ragam kuliner khas daerah, pertunjukan budaya, serta forum bisnis yang mempertemukan potential buyers dengan pemilik usaha lokal. Kombinasi ini memperkuat nilai lokalitas sebagai daya tarik ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia.
Melalui pendekatan kurasi yang modern dan interaktif, Indokraf 2025 menjadi momentum strategis bagi daerah untuk menampilkan potensi terbaik mereka di panggung nasional dan internasional. Dari unsur pemerintah, kegiatan ini turut diikuti oleh BPDP, BP Batam, BP Kawasan Perdagangan Pelabuhan Bebas Bintan, serta perwakilan dari Kota Tangerang, Salatiga, Bontang, dan beberapa kabupaten dan provinsi seperti Mahakam Hulu, Tapin, Bali, Papua, dan Kalimantan Utara. (TESTI PRISCILLA/y)









