PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus menggenjot pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan drainase, sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang nyaman, tertata, dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta mempercepat pemerataan layanan publik di berbagai wilayah kota.

“Hampir seluruh kegiatan peningkatan jalan dan drainase yang direncanakan tahun ini sudah berjalan. Progres pekerjaan jalan telah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan drainase berada pada kisaran 30 hingga 60 persen. Kami targetkan seluruhnya rampung sesuai jadwal,” ungkap Fahrial, Sabtu 26 Juli 2025.

Ia menjelaskan, sebanyak 49 titik proyek peningkatan jalan tengah digarap di berbagai kawasan strategis, seperti Jalan Badak, Mahir Mahar V, Tingang, Menteng XIX, Pangeran Samudera, serta jalan lingkungan yang menghubungkan antarpermukiman warga.

Di sisi lain, pembangunan dan rehabilitasi drainase difokuskan pada 19 titik prioritas, termasuk di Jalan Embang, Meranti III, Bukit Raya XV, dan Jalan Garuda XI. Untuk memperkuat pengendalian genangan, Pemko juga melaksanakan program pemeliharaan drainase sepanjang lebih dari 145 ribu meter di enam kelurahan dengan melibatkan langsung Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap layanan dasar masyarakat, khususnya dalam mengurangi genangan, memperbaiki akses jalan, dan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman,” terangnya.

Lebih lanjut, Fahrial menambahkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur juga berjalan beriringan dengan sejumlah program strategis lainnya seperti revitalisasi rumah ibadah ramah anak dan lansia, pelatihan ekonomi kreatif, subsidi modal untuk pelaku UMKM, operasi pasar murah, serta beasiswa pendidikan.

“Komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota sangat jelas, yakni tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan demi keberlanjutan kota,” pungkasnya. (MARINI/H)