BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Kuala Kapuas Sepatutnya Waspada Aktivitas Bermain Layang-layang. Selain benang yang digunakan untuk bermain layang-layang sudah membahayakan para pengendara, pemotor juga perlu berhati-hati jika melihat anak-anak yang berlari mengejar layang-layang putus.
"Saat anak-anak mengejar layang-layang putus, ada dua ancaman, yaitu risiko menabrak anak-anak tersebut dan terkena sayatan benang dari layang-layang yang putus," ucap Hamsin, warga Jalan Jenderal Sudirman, Kuala Kapuas, Sabtu, 26 Juli 2025.
Hamsin mengaku khawatir jika sudah sore hari, anak-anak berlarian mengejar layang-layang putus di jalan depan warungnya. Padahal, jalan di lingkungannya termasuk padat kendaraan.
"Ada yang membawa kayu panjang, untuk mengambil layang-layang, dan membawanya sambil berlari di jalan raya. Sering hampir kena pemotor yang lewat," tambahnya.
Kondisi ini tentunya harus membuat pengendara waspada. Saat layang-layang putus, pengendara sebaiknya mengecek ke atas, memastikan benang layang-layang tidak menempel, dan memperhatikan situasi saat anak-anak mengejar dan berebut layangan putus.
"Kalau kita bisa pelan, ya pelan. Kalau harus berhenti, sekalian berhenti. Karena anak-anak yang mengejar layang-layang fokusnya bukan ke motor, mereka fokus ke sana," tutup Hamsin. (SABRIANOOR/R)









