KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penguasaan bahasa Arab di Indonesia, yang merupakan negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, memiliki peranan yang sangat penting tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam dunia profesional dan peluang karier.

Indonesia dengan populasi Muslim lebih dari 200 juta jiwa, menjadikan kemampuan berbahasa Arab sebagai salah satu keterampilan yang sangat berharga dan strategis.

Herwani Suri, Mudir Mahad Asy-Syafii Palangkaraya, menegaskan bahwa bahasa Arab tidak semata-mata sebagai bahasa ritual ibadah atau alat untuk menelusuri literatur Islam klasik.

Lebih dari itu, bahasa Arab merupakan sebuah keterampilan hidup (life skill) yang mampu membuka banyak pintu kesempatan dan memperkuat posisi individu di berbagai bidang.

Penguasaan bahasa Arab sangat relevan dalam konteks hubungan internasional Indonesia, khususnya terkait kerjasama dan interaksi dengan Arab Saudi, terutama dalam urusan ibadah haji dan umrah yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

"Penguasaan bahasa Arab membuka banyak peluang karier, seperti menjadi penerjemah, pemandu wisata umrah dan haji, tenaga kerja Indonesia (TKI/TKW) yang profesional, staf kedutaan besar, serta bekerja di lembaga-lembaga internasional yang membutuhkan keahlian berbahasa Arab." ucap Herwani kepada Borneonews, Sabtu, 26 Juli 2025.

Ia juga menambahkan bahwa kemampuan ini juga sangat membantu dalam memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antarnegara-negara di dunia Arab dan Indonesia.

Mengapa Bahasa Arab Sangat Penting?

Secara struktur, bahasa Arab memiliki akar kata yang kaya dan sistem gramatika yang kompleks namun sangat teratur. Kelebihan ini melatih kemampuan logika dan ketepatan dalam memilih diksi, sekaligus menumbuhkan kecerdasan dan kemampuan penalaran yang tajam. 

Selain itu, belajar bahasa Arab juga membantu memahami budaya dan tradisi masyarakat Arab secara lebih mendalam, yang tentunya akan memperkuat komunikasi dan hubungan antarbudaya.

"Keterampilan berbahasa Arab yang mahir adalah sesuatu yang istimewa dan sangat penting, terutama bagi negara seperti Indonesia yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Kemampuan ini tidak hanya mendukung kegiatan keagamaan, tetapi juga membuka banyak peluang dalam bidang pendidikan, ekonomi, diplomasi, dan pekerjaan internasional." tambah Herwani.

Peran Strategis bagi Mereka yang Mengemban Dakwah

Bagi para pengemban dakwah dan aktivis Islam, kemampuan berbahasa Arab menjadi sangat fundamental. Menurut Herwani, bagi mereka yang ingin berdakwah dan menyebarkan pesan Islam, penguasaan bahasa Arab bukan hanya sebagai kebutuhan, tetapi sebuah keharusan. 

"Dengan bahasa Arab yang fasih, mereka dapat menyampaikan pesan agama secara lebih akurat dan mendalam, serta menjalin komunikasi yang lebih efektif dengan umat di berbagai negara Arab dan komunitas Muslim global" tambahnya.

Dalam konteks globalisasi dan dinamika hubungan internasional saat ini, penguasaan bahasa Arab tidak hanya menjadi keunggulan kompetitif, tetapi juga sebuah keharusan strategis bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, untuk memperkuat posisi mereka di berbagai bidang.

"Keterampilan ini akan terus menjadi aset berharga di masa depan, membuka peluang karier yang luas dan memperkuat hubungan antarnegara serta memperdalam pemahaman budaya dan agama," tutup Herwani. (SABRIANOOR/R)