PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Palangka Raya atau UPR yang berasal dari berbagai program studi resmi mengabdi di Desa Pamangka, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.

Desa tersebut terpilih sebagai lokasi Kuliah Kerja Nyata atau KKN tahun 2025, dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian selama kurang lebih satu bulan, dimulai dari 16 Juli hingga 18 Agustus.

Kegiatan KKN ini bertujuan untuk mengimplementasikan program kerja hasil observasi mahasiswa terhadap potensi dan kebutuhan Desa Pamangka.

Dengan semangat kolaboratif, para peserta KKN bertekad untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa melalui berbagai program yang telah disusun, mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat hingga pengembangan ekonomi lokal.

Kehadiran mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok KKN 199 disambut hangat oleh Penjabat Kepala Desa Pamangka, Tunai Harapan K, bersama perangkat desa lainnya.

"Kami mendukung penuh terhadap para mahasiswa dan berharap keberadaan mereka dapat mendatangkan dampak positif bagi pembangunan desa, baik dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat," katanya dalam rilis kepada Borneonews pada Minggu, 27 Juli 2025.

Ketua kelompok KKN, Achmad Iman Nugroho dari Program Studi Agribisnis, menegaskan komitmen mereka untuk bersinergi dengan pemerintah desa dan warga dalam menjawab berbagai tantangan lokal.

“Kami siap untuk mengkolaborasikan potensi desa dengan program kerja kami, serta membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Pendampingan selama kegiatan KKN dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr Yuni Erlina dari Fakultas Pertanian UPR.

Ia berharap agar para mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan akademik, ide kreatif, dan keterampilan yang dimiliki secara nyata, sehingga program kerja benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan dan sesuai dengan motto UPR, “Unggul dan Berkarakter.”

"Kegiatan KKN di Desa Pamangka ini bukan hanya menjadi ajang pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, namun juga wadah pembelajaran lintas sektor yang mempertemukan akademisi, pemerintah desa, dan warga dalam satu ruang kolaboratif," kata Dr Yuni.

Harapannya, semangat gotong royong yang tercipta selama KKN dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA/R)