PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur PSE-Caritas Keuskupan Palangka Raya, Pastor Danang Widhi Anggoro, secara resmi menutup kegiatan Lokalatih Manajemen Bencana yang mengusung tema Aksi Respon Peringatan Dini dan Community Managed Disaster Risk Reduction (CMDRR) pada Minggu, 27 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Paroki Tangguh Thrive dan berlangsung selama tiga hari, 25–27 Juli 2025, di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya.

Lokalatih ini menjadi wadah pembelajaran dan kolaborasi bagi para peserta dalam memperkuat kapasitas komunitas menghadapi potensi bencana secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan CMDRR, peserta dibekali pengetahuan tentang identifikasi risiko, mekanisme peringatan dini, dan perencanaan aksi berbasis komunitas.

Dalam sambutannya saat penutupan, Pastor Danang menegaskan pentingnya semangat bercaritas sebagai mandat keuskupan untuk menjaga kelestarian alam dan sesama.

Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan panggilan iman dalam membangun solidaritas dan tanggung jawab sosial bersama.

“Dengan dibekali program Caritas Indonesia, kita berkoordinasi membangun rumah kita — Keuskupan Palangka Raya,” ujar Pastor Danang.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal dalam menciptakan paroki yang tangguh menghadapi ancaman bencana, baik secara fisik maupun spiritual.

Pastor Danang juga mendorong agar program ini tidak berhenti pada pelaksanaan lokalatih semata. Ia berharap ada inisiatif dari peserta untuk mengembangkan model pendampingan berbasis komunitas yang relevan dengan kondisi lokal.

“Semoga ada usulan dari kita yang sudah ikut, mau kita kembangkan seperti apa,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen keuskupan dalam mendukung peningkatan kapasitas paroki melalui pelatihan-pelatihan lanjutan.

“Misalnya ada pelatihan yang menunjang program ini, akan kita dukung sepenuhnya,” tegasnya, menekankan pentingnya keberlanjutan dan konsistensi dalam membangun ketangguhan komunitas.

Program Paroki Tangguh Thrive sendiri merupakan inisiatif lintas bidang dalam keuskupan yang berfokus pada kesiapsiagaan bencana, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya lokalatih seperti ini, diharapkan paroki-paroki di wilayah Keuskupan Palangka Raya mampu menjadi pusat ketangguhan sosial dan spiritual bagi umat.

Penutupan lokalatih ditandai dengan refleksi bersama dan komitmen para peserta untuk meneruskan semangat bercaritas dalam pelayanan mereka di komunitas masing-masing.

Keuskupan Palangka Raya menegaskan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya terletak pada transfer ilmu, tetapi pada gerak nyata dalam membangun paroki yang peduli, siaga, dan berpengharapan.(TESTI PRISCILLA/R)