BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, menegaskan bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus menjadi prioritas bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
Ia menyampaikan bahwa pencegahan lebih penting dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.
"Musim kemarau yang sedang berlangsung meningkatkan potensi Karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti lahan gambut. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus lebih diutamakan melalui sosialisasi, edukasi, dan pengawasan aktif," ujar Noorkhalis, Minggu, 27 Juli 2025.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar, termasuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan melaporkan jika melihat titik api sejak dini.
Selain itu, ia juga mendorong agar pemerintah kota bersama pihak terkait seperti BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, serta relawan kebencanaan terus memperkuat sinergi dalam sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi Karhutla.
"Kita harus bergerak cepat, jangan menunggu api membesar baru bertindak. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk menjaga udara tetap bersih dan masyarakat tetap sehat," tambahnya.
Komisi II DPRD Palangka Raya, menurutnya, akan terus mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk penanganan Karhutla dan mendukung kebijakan strategis terkait perlindungan lingkungan. (MARINI/j)









