PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai meningkat seiring masuknya musim kemarau. Salah satu dampak serius yang ditekankan adalah meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Musim kemarau selalu membawa ancaman kebakaran lahan, dan kabut asap yang ditimbulkan bisa berdampak langsung pada kesehatan, terutama ISPA. Masyarakat harus mulai waspada dan menjaga kondisi tubuh," ujar Hasan, Minggu, 27 Juli 2025.

Ia mendorong masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara menurun. 

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan asupan gizi untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Hasan juga meminta pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan untuk bersiap menghadapi potensi lonjakan kasus ISPA, termasuk dengan memastikan ketersediaan obat-obatan, masker, dan layanan kesehatan di puskesmas serta rumah sakit.

"Langkah pencegahan jauh lebih baik. Pemerintah harus memperkuat edukasi kepada warga, termasuk anak-anak dan lansia yang sangat rentan terhadap dampak kabut asap," tambahnya.

Sebagai anggota Komisi III yang membidangi urusan kesehatan, Hasan menyatakan pihaknya siap mendorong kebijakan dan anggaran yang berpihak pada perlindungan kesehatan masyarakat selama musim kemarau. (MARINI/j)

Caption : Aktivitas pemadaman api Karhutla (Foto:BPBD Palangka Raya untuk Borneonews)