BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara resmi merilis beras produk lokal “Siam Epang” bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Rilis perdana ini sekaligus langsung dipasarkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu.

“Ini merupakan bukti komitmen kita dalam rangka membantu petani lokal. Pada launching penjualan beras dalam bentuk kemasan ini, saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menyerap dan mengkonsumsi beras dari petani lokal,” kata Wakil Bupati Kotim M Taufiq Mukri usai rilis beras Siam Epang di halaman Kantor Bupati Kotim, Jumat (28/10/2016).

Pada rilis perdana beras Siam Epang cap Ikan Jelawat ini ditandai penyerahan beras kemasan lima kilogram dari Ketua Pemuda Tani Kecamatan Teluk Sampit Abdul Rasyid kepada Wakil Bupati M Taufiq Mukri, Sekda Putu Sudarsana dan Kepala DP3KP Kotawaringin Timur I Made Dikantara.

Sebagaimana pidato bupati beberapa waktu lalu kata Taufiq, Kotim yang semula kekurangan 38.000 ton beras, pada tahun ini dapat terpenuhi sehingga bisa mewujudkan swasembada beras.  Meningkatnya produksi ini perlu diselaraskan dengan serapannya sehingga harga beras tetap stabil.

“Saya kemarin sudah ditawari oleh koperasi Dispenda. Saya hanya mengambil 100 kilogram. Mudah-mudahan yang lain apabila masing-masing 100 kg kalikan 1.000 pegawai aja, jadi 100 ton. Harganya masih murah Rp11 ribu per kg,” ucapnya.

Taufiq mengatakan, peluncuran beras Siam Epang yang langsung dari petani dengan harga murah ini bisa menstabilkan harga beras di pasar. Harga beras Siam Epang di pasar kisaran antara Rp13.000 hingga Rp16.000 per kg.

“Sehingga adanya ini kita harapkan harganya bisa turun karena para tengkulak membeli ke petani Rp4.000 per kg. kalau dijadikan beras itu harganya sekitar Rp6.000, dijualnya Rp13.000  hingga Rp16.000 per kg, berarti lebih dari 100 persen keuntungan dari tengkulak,” katanya.

Ketua Pemuda Kotawaringin Timur Abdul Rasyid mengatakan, beras yang dipasarkan itu kualitas bagus yang langsung dari petani.

“Ini murni untuk membantu petani, karena beras ini langsung dikoordinir oleh kelompok tani. Selama ini pedagang membeli harga ke petani murah, dan sekarang petani melalui kelompok tani menjual langsung dan mereka pun bisa sejahtera,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Kecamatan Teluk Sampit, Muslih apresiasi peran pemerintah Kotim yang memperhatikan nasib petani.

“Kami harapkan program ini berlanjut, biar ekonomi petani bisa meningkat. Karena selama ini petani jual beras dengan harga murah karena tidak langsung. Dengan difasilitasi pemerintah ini maka kehidupan petani pun akan terperhatikan,” kata Muslih. (RAFIUDIN/m)