BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten Lamandau terus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai langkah strategis menghadapi inflasi dan memperkuat ketahanan pangan. Warga juga didorong untuk menanam sayur-mayur guna memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.
Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari sembilan poin utama yang harus dijalankan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Ada sembilan poin penting yang menjadi penekanan yang perlu dilakukan oleh TPID dalam mengendalikan inflasi di daerah. Salah satunya adalah pencanangan gerakan menanam,” kata Wabup.
Ia menegaskan bahwa gerakan menanam memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi inflasi.
“Selain dapat membantu pemerintah dalam pengendalian inflasi, gerakan menanam juga sekaligus dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dan nilai ekonomis bagi warga,” jelasnya.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono melalui Kasat Binmas Iptu Edi Jaka Purwanto menuturkan bahwa jajarannya turut berperan dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan.
“Program ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi lokal dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, yang merupakan aspek penting dalam menunjang ketahanan pangan,” tandasnya. (din)









