PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan, khususnya pertambangan pasir dan tanah urug atau galian C. 

Ia menyebut potensi sektor ini cukup besar dan perlu dikelola lebih baik agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keuangan daerah.

"Palangka Raya memiliki potensi pertambangan pasir dan tanah urug yang belum tergarap maksimal. Pemerintah kota harus bisa menggali potensi ini sebagai sumber PAD yang menjanjikan," ujar Nenie, Senin, 28 Juli 2025.

Menurutnya, peningkatan PAD dari sektor ini dapat dilakukan melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas pertambangan, penertiban izin usaha tambang, serta peningkatan retribusi dan pajak daerah yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha agar kegiatan tambang berjalan sesuai aturan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

"Jangan sampai ada kebocoran potensi PAD karena lemahnya pengawasan. Kegiatan tambang harus legal, tertib administrasi, dan ramah lingkungan," tegasnya.

Nenie menyampaikan bahwa DPRD akan terus mendorong kebijakan yang mendukung peningkatan PAD secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

"PAD yang kuat akan memberi ruang fiskal lebih besar untuk membiayai pembangunan daerah, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan," pungkasnya. (MARINI/j)