PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DaldukKBP3APM) Palangka Raya, dr. M. Fitriyanto Leksono, menekankan peran vital Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan publik.

Ia menyoroti perluasan peran kader Posyandu seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.

"Posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan semata," jelas dr. Fitriyanto, Senin, 28 Juli 2025.

Peraturan tersebut memperluas cakupan tugas kader Posyandu, mencakup sektor pendidikan, perumahan, pekerjaan umum, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Hal ini menuntut peningkatan kapasitas kader Posyandu agar mampu menjalankan tugas yang lebih beragam.

Peningkatan kapasitas kader Posyandu menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan kepada para kader, guna memastikan mereka memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai untuk menjalankan tugas-tugas barunya.

Pelatihan tersebut akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan hingga aspek sosial kemasyarakatan.

Berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk peran aktif kader Posyandu, angka stunting di Palangka Raya berhasil ditekan secara signifikan.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan penurunan angka stunting dari 28 persen menjadi 19,1 persen dalam kurun waktu satu tahun. Pencapaian ini merupakan bukti nyata keberhasilan program-program yang telah dijalankan.

Meskipun telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, dr. Fitriyanto mengingatkan bahwa perjuangan untuk menurunkan angka stunting belum berakhir. Target nasional sebesar 18,8 persen pada tahun 2025 masih harus diusahakan.

Kolaborasi dan kerja sama yang erat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan para kader Posyandu, tetap diperlukan.

"Mari kita teruskan kolaborasi ini untuk mewujudkan generasi Palangka Raya yang lebih sehat dan cerdas," ajak dr. Fitriyanto. (PATHUR/j)