PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengusulkan dukungan dari pemerintah pusat.

Dukungan tersebut berupa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta bantuan helikopter water bombing dan helikopter patroli. Hal itu disampaikannya dalam rapat virtual bersama Menteri LHK dan Kepala BNPB.

Gubernur menyebut kebutuhan minimal berupa 6 unit helikopter water bombing dan 2 unit helikopter patroli. Selain itu, Pemprov juga meminta bantuan Dana Siap Pakai (DSP) untuk mendukung pemadaman darat oleh TNI dan Polri.

Gubernur menekankan pentingnya pencairan DSP tanpa sistem reimburse agar lebih cepat mendukung operasi di lapangan. Bantuan tambahan yang diajukan meliputi 87 set alat pemadam portable, flexible tank, dan kendaraan roda tiga.

“Dukungan ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesiapsiagaan di kecamatan-kecamatan dengan risiko tinggi Karhutla,” kata Gubernur Agustiar di Palangka Raya, Senin, 28 Juli 2025.

Pemprov juga mencatat luas lahan terbakar di Kalteng sebesar 146,21 hektare, atau 1,70% dari total nasional yang mencapai 8.594,49 hektare. Meski meningkat, kebakaran masih bisa ditangani cepat dan terpadu.

Gubernur menyampaikan, upaya pengendalian Karhutla terus dimaksimalkan melalui sinergi Satgas, Poslap, dan seluruh elemen, agar tidak terjadi penyebaran api secara luas. (HERMAWAN DP/H)