PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya peningkatan jumlah hotspot selama puncak kemarau Juli 2025, yakni sebanyak 1.326 hotspot atau 2,09% dari total nasional.

Namun demikian, Gubernur H. Agustiar Sabran memastikan semua kejadian Karhutla ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Menurutnya, pengendalian dilakukan melalui patroli rutin dan sosialisasi yang masif di wilayah rawan. Gubernur menjelaskan bahwa seluruh kabupaten/kota di Kalteng telah berpartisipasi aktif dalam pengaktifan Poslap dan Satgas Karhutla.

“Meskipun jumlah hotspot meningkat, upaya pengendalian Karhutla sejauh ini berhasil mencegah penyebaran api secara meluas,” kata Gubernur Agustiar di Palangka Raya, Senin, 28 Juli 2025.

Berdasarkan pantauan citra BMKG, Kalteng tidak terdeteksi memiliki sebaran asap pada Juli 2025, menunjukkan efektivitas respons dini. Pemprov juga tetap siaga untuk menetapkan status darurat bila diperlukan.

Satgas dan Posko yang aktif sepanjang tahun menjadi tulang punggung pengendalian Karhutla di Kalteng. Mereka dibentuk berdasarkan regulasi nasional dan diperkuat dengan Perda Nomor 1 Tahun 2020 dan Pergub Nomor 4 Tahun 2021.

“Pola penanganan difokuskan pada pemadaman dalam satu hari terhadap setiap kejadian kebakaran,” jelasnya. (HERMAWAN DP/H)