BORNEONEWS, Muara Teweh - Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara (Barut) dalam mewujudkan pembangunan pasar bebas banjir (PBB) di Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah kini sudah memasuki pekerjaan kontruksi fisik pasar.
Pekerjaan kontruksi fisik pasar rakyat bebas banjir tersebut adalah Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri melalui dana APBN 2016 sebesar R 6.385.800.000 yang dikerjakan oleh PT Rama Berkah Mandiri pusat Muara Teweh.
Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan RI Sihard Hadjopan Pohan, Kasubdit Pengembangan Sarana Distribusi Nina Mora dan Kasi Pengawasan Sarana Dedi Kuswandi yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Barut H Hadjran Noor menyempatkan melihat perkembangan pekerjaan kontruksi fisik pasar rakyat bebas banjir, Jumat (28/8/2016).
Selain untuk melihat perkembangan pembangunan pasar rakyat melalui dana APBN 2016, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI Jakarta juga meninjau Pasar IPU dan Pasar Pendopo.
Dalam kesempatan itu Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan RI Sihard Hadjopan Pohan meminta pekerjaan kontruksi fisik pasar rakyat bebas banjir harus diselesaikan 90 hari kalender, jangan sampai lewat dari kontrak.
“Pekerjaan ini harus selesai dengan anggaran yang ada. Apabila pembangunan ini tidak selesai dengan anggaran yang telah disampaikan, maka pemerintah daerah bisa mengajukan profosal kembali pada tahun 2017,” pintanya.
Terkait tinjauan ke pasar lainnya, Sihard menjelaskan pihaknya hanya melihat perbandingan pasar-pasar yang ada di Kota Muara Teweh, siapa tahu ada perlu perkembangan atau pembaharuan namun tidak perlu menggunakan dana dari pemerintah pusat.
“Pada prinsipnya, kita bisa memberikan kenyamanan bagi pedagang untuk melakukan transaksi dan juga pasar ini bisa memperkuat daya saing dalam perekonomian daerah,” tukasnya. (AGUS SIDIK/m)








