PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, menyoroti masih besarnya tantangan dalam pemenuhan hak-hak anak di Kalimantan Tengah. 

Ia menyebut bahwa berbagai permasalahan seperti tingginya angka putus sekolah, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta masih terjadinya kasus kekerasan terhadap anak di sejumlah daerah menjadi perhatian serius yang harus segera ditangani.

“Tantangan terhadap pemenuhan hak anak di Palangka Raya ini masih cukup besar. Kita masih menemukan anak-anak yang putus sekolah, sulit mendapatkan layanan kesehatan yang layak, dan bahkan menjadi korban kekerasan,” ujar Debora, Senin, 29 Juli 2025.

Menurutnya, semua pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun lembaga sosial, harus memperkuat sinergi dan komitmen untuk menjamin hak-hak dasar anak. 

Hal ini penting agar generasi muda di Kalimantan Tengah dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun sosial.

Debora juga menekankan perlunya peningkatan program perlindungan anak di tingkat desa dan kelurahan, termasuk menyediakan ruang aman dan ramah anak di lingkungan masyarakat.

“Anak-anak adalah investasi masa depan daerah. Mereka harus mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan layanan kesehatan yang maksimal,” tegasnya.

DPRD Kota Palangka Raya, melalui Komisi III, akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada anak serta melakukan pengawasan terhadap implementasi program-program yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak. (MARINI/H)