PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menyebut efektivitas penanganan Karhutla di Kalteng tercermin dari hasil pantauan BMKG yang tidak mendeteksi sebaran asap di wilayah tersebut pada Juli 2025.

Menurut Gubernur, pencapaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif Satgas Karhutla dan Pos Lapangan dalam melakukan pengendalian secara dini melalui patroli, edukasi masyarakat, dan pembasahan wilayah rawan.

“Dengan keberadaan Satgas dan Posko yang aktif sepanjang tahun, maka upaya pengendalian dan penanggulangan Karhutla tetap berjalan maksimal, meskipun tanpa penetapan status siaga darurat,” ujar Gubernur Agustiar di Palangka Raya, Senin, 28 Juli 2025.

Selain patroli dan pemadaman, pemantauan juga dilakukan terhadap sarana pendukung seperti sumur bor dan embung air. Petugas juga melakukan sosialisasi tentang bahaya Karhutla dan larangan membuka lahan dengan cara dibakar.

Pemprov Kalteng juga telah menetapkan 52 kecamatan sebagai wilayah berisiko tinggi dan menempatkan 77 Pos Lapangan untuk mengawasi langsung kondisi setempat.

Gubernur berharap keberhasilan ini bisa dipertahankan hingga akhir musim kemarau Oktober 2025 seperti yang diperkirakan oleh BMKG. (HERMAWAN DP/y)