PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, menyarankan agar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palangka Raya terus memperluas dan memperkuat program-program pelatihan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Menurutnya, salah satu strategi yang efektif adalah melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) serta pelatihan kejuruan yang difasilitasi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK).

“Untuk meningkatkan daya saing, Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya perlu terus menyediakan program pelatihan seperti PBK serta pelatihan kejuruan di BLK,” ujar Hasan, Senin, 28 Juli 2025.

Ia menilai, kebutuhan dunia kerja saat ini sangat menuntut keterampilan spesifik. Oleh karena itu, pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting dalam menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja.

Hasan juga menekankan pentingnya sinergi antara Disnaker, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam merancang materi pelatihan yang relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi digital dan industri 4.0.

“Program pelatihan harus benar-benar menyentuh kebutuhan riil pasar kerja. Jangan hanya formalitas, tapi harus menghasilkan tenaga kerja siap pakai,” tegasnya.

Komisi III DPRD Palangka Raya, lanjut Hasan, akan terus mendorong agar anggaran dan dukungan untuk pelatihan vokasional ditingkatkan dalam APBD, sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang. (MARINI/Y)