SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gangguan pasokan air bersih yang terjadi di wilayah Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur disebabkan oleh kebocoran pada pipa utama distribusi milik PDAM Tirta Mentaya. 

"Terkait dengan kebocoran pipa memang ini menyangkut pipa transmisi distribusi yaitu pipa utama yang menyalurkan air ke pelanggan. Karena ini dekat dengan instalasi, kebocoran ini tidak bisa kami tangani secepat mungkin. Kami harus mengeluarkan air hampir 5 jam untuk mengosongkan pipa itu, baru bisa kita kerjakan agar pipa bisa kelihatan," kata Plt Direktur PDAM Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, Senin, 28 Juli 2025.

Proses perbaikan sudah mulai dilakukan sejak Jumat, namun setelah diuji, terjadi retakan kembali pada malam harinya.

Kendala teknis tersebut mengharuskan pihaknya menghentikan perbaikan sementara pada hari Sabtu, mengingat tingginya aktivitas masyarakat saat akhir pekan seperti pelaksanaan hajatan pernikahan.

"Hari Sabtu kita tidak bisa kerjakan karena biasanya saat itu banyak masyarakat yang melakukan kegiatan pernikahan. Jadi kami mulai tadi malam (Minggu malam) jam 08.00 malam hingga Senin ini kami melaksanakan perbaikan. Harapannya kemarin selesai, tetapi ternyata ada kendala yaitu pipa yang pecah itu setelah kami potong ada selisih," imbuhnya.

Pihaknya berhati-hati dalam perbaikan agar kebocoran tidak terulang. Banyak faktor teknis yang harus dipertimbangkan, seperti kondisi karet penyambung yang sudah getas.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat terkait dengan masalah ini karena memang hampir 18 jam terganggu. Pemicunya kejadian ini karena karetnya putus. Ketika putus karet itu, maka tekanan air 4 bar itu, sama dengan 40 meter, akan mencari di mana lubang yang bisa keluar," terangnya.

Wilayah terdampak mencakup kawasan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dari Jalan A. Yani hingga Pelangsian.

Edy juga menyebut, kejadian serupa pernah terjadi lima tahun lalu di lokasi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa umur teknis alat, terutama komponen karet, memiliki batas dan risiko kerusakan.

"Kasus seperti ini memang sudah pernah terjadi satu kali lima tahun yang lalu, dan ini pecah lagi di lokasi yang sama karena namanya alat ini ada umur teknisnya. Karena karet itu getas dan bisa terjadi kerusakan dan bocor," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/R)