PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pukang Pisau - Plt. Kepala Dinas (Kadis) Dina Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kabupaten Pulang Pisau, Bakhzar Effendi menyampaikan, prevalensi angka stunting di Pulpis alami kenaikan.

"Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI dari hasil prevalensi stunting yang dilakukan, kasus stunting di Pulang Pisau mengalami kenaikan sampai 27,9 persen di 2024 - 2025," kata Bakhzar, Senin 28 Juli 2025.

SSGI mengumpulkan data yang dilakukan secara nasional untuk memantau dan menganalisis kondisi gizi masyarakat, khususnya pada balita, mengetahui prevalensi stunting, wasting, underweight, dan overweight pada balita, serta mengukur indikator sasaran intervensi gizi spesifik dan sensitif. 

Data 2022- 2023 angka prevalensi stunting di Pulpis 24,0 persen, namun berdasarkan dari SSGI data 2024 - 2025 menjadi 27,9 persen.

Bakhzar mengharapkan di 2025 kasus stunting di Pulpis turun, dengan memperkuta program- program yang ada sama dengan tahun sebelumnya. 

"Program yang akan dilakukan melanjutkan program sebelumnya, untuk mengupayakan Pulpis bebas stunting dan mudah - mudahan bisa zero stunting," ujarnya. ( RETHA/R)