BORNEONEWS, Palangka Raya - Operasi Patuh Telabang 2025 yang digelar Polda Kalimantan Tengah selama 14 hari, dari 14 hingga 27 Juli 2025, resmi ditutup. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Kalimantan Tengah.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan bahwa operasi ini merupakan komitmen Polri dalam meningkatkan disiplin berkendara.
"Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama," tegas Erlan, Selasa, 29 Juli 2025.
Selama Operasi Patuh Telabang 2025, tercatat 3.909 teguran, 59 tilang ETLE (elektronik), dan 2.174 tilang manual. Wilayah dengan pelanggaran tilang manual terbanyak adalah Kotawaringin Timur, Barito Timur, Kotawaringin Barat, dan Gunung Mas.
Pelanggaran terbanyak didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, melawan arus, dan menggunakan ponsel saat berkendara. Sementara untuk pengemudi mobil, pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan safety belt, pengemudi di bawah umur, dan penggunaan ponsel saat mengemudi.
Data kecelakaan lalu lintas selama operasi menunjukkan 31 kejadian, mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, 7 luka berat, dan 31 luka ringan. Kerugian materi ditaksir mencapai lebih dari Rp98 juta.
Gunung Mas, Kapuas, dan Lamandau mencatat angka kematian tertinggi, masing-masing dua orang meninggal dunia. Sementara itu, Palangka Raya, Katingan, dan Barito Timur masing-masing mencatat satu korban meninggal dunia.
Palangka Raya, Murung Raya, dan Lamandau mencatat jumlah kecelakaan tertinggi. Dari segi pelanggar, kategori terbanyak berasal dari kalangan karyawan swasta, mahasiswa/pelajar, dan PNS. Penyebab kecelakaan didominasi oleh faktor rem tidak berfungsi, masalah kemudi, dan perilaku pengemudi yang kurang bertanggung jawab.
Polda Kalteng berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar budaya tertib berlalu lintas dapat tertanam kuat.
"Konkretnya tetap taat dalam berlalu lintas. Utamakan keselamatan dan jadilah pelopor keselamatan bersama," pungkas Erlan. (PATHUR/j)









