BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, berbagi pengalaman pengelolaan wisata alam dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Taman Nasional Sabangau dalam diskusi dan sharing di Aula Balai Taman Nasional Merapi, Yogyakarta.
Undangan dari Kepala Balai Taman Nasional Merapi ini menjadi kesempatan berharga untuk berbagi praktik baik dari Palangka Raya.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini memaparkan pola pemberdayaan masyarakat sekitar Taman Nasional Sabangau yang telah diterapkan di Kota Palangka Raya.
Pembentukan dan pembangunan Kawasan Wisata Kereng Bangkirai menjadi contoh nyata dari upaya tersebut. Masyarakat sekitar dilibatkan secara aktif melalui pembentukan Pokdarwis (kelompok sadar wisata).
"Melalui Pokdarwis, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan wisata, tetapi juga subjek yang berperan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan wisata," katanya, Selasa, 29 Juli 2025.
Hal ini memastikan bahwa manfaat ekonomi dari sektor wisata dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat sekitar.
Zaini menekankan bahwa tujuan utama dari pola pemberdayaan masyarakat pada taman nasional adalah untuk mewujudkan kawasan konservasi yang lestari dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Kedua aspek ini harus berjalan beriringan dan saling mendukung.
Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan akan tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian Taman Nasional Sabangau. Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan wisata yang berkelanjutan.
Sharing pengalaman ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan masukan bagi pengelola Taman Nasional Merapi dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi.
"Kerja sama dan saling berbagi praktik terbaik antar daerah sangat penting untuk mencapai pengelolaan taman nasional yang optimal dan berkelanjutan," pungkasnya. (PATHUR/y)









