SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kasus COVID-19 varian MB.1.1 kembali muncul di Indonesia, memicu kewaspadaan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).  Meskipun Kementerian Kesehatan menyatakan penyebarannya masih dalam batas aman dan tidak menyebabkan gejala parah,  Dinas Kesehatan Kotim tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Meskipun penyebaran varian MB.1.1 relatif rendah dan tidak menimbulkan gejala berat,  kita tidak boleh lengah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Rabu, 30 Juli 2025.

Antisipasi dilakukan mengingat Kotim salah satu daerah yang cukup ramai dikunjungi warga negara asing melalui jalur udara dan laut, sehingga potensi penyebaran tetap ada. 

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kotim telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.4/ 449 /P2P/VI/2025 tentang Kewaspadaan Dini Terhadap Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur. Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh fasilitas kesehatan di Kotim, termasuk RSUD dr Murjani Sampit, Puskesmas, klinik, apotek, dan laboratorium kesehatan.

"Surat edaran ini berisi instruksi untuk memantau perkembangan COVID-19 melalui kanal resmi pemerintah dan WHO," lanjut Kaderi.

Lebih lanjuta ia mengungkapkan fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan pelaporan kasus ILI/SARI/Pneumonia/COVID-19 melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dapat diakses melalui link https://skdr.surveilans.org.  Jika terjadi peningkatan kasus yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB),  laporan harus disampaikan dalam waktu kurang dari 24 jam melalui aplikasi SKDR atau menghubungi PHEOC di nomor 0877-7759-1097.

Selain itu, fasilitas kesehatan juga diinstruksikan untuk melaporkan hasil pemeriksaan spesimen COVID-19 melalui aplikasi All Record Tc-19 (https://allrecord-tc19.kemkes.go.id), memperkuat kewaspadaan standar pencegahan infeksi, dan meningkatkan kemampuan pelayanan rujukan untuk penyakit infeksi emerging.

"Kami berharap seluruh fasilitas kesehatan di Kotim dapat bekerja sama untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian MB.1.1 sekalipun saat ini belum ditemukan kasus di Kotim,"  pungkas Kaderi.  (DEVIANA/j)