BORNEONEWS, Palangka Raya — Ketua Komisi I DPRD Palangka Raya, Mukarramah, menegaskan pentingnya upaya pencegahan paham radikalisme sejak dini, terutama di kalangan generasi muda.
Menurutnya, penyebaran paham radikal bisa terjadi secara halus dan tersembunyi, sehingga perlu langkah antisipatif yang terstruktur dan berkelanjutan.
Mukarramah menilai bahwa pembinaan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama harus dimulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Selain itu, peran keluarga, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan sangat penting dalam membentuk karakter anak bangsa yang cinta tanah air.
“Pencegahan radikalisme bukan hanya tugas aparat keamanan, tapi tanggung jawab bersama. Kita perlu membangun ketahanan ideologi masyarakat melalui pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai Pancasila,” tegas Mukarramah, Rabu, 30 Juli 2025.
Ia juga mendorong agar instansi terkait seperti Badan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, dan tokoh lintas agama di Kota Palangka Raya bersinergi dalam menyusun program pencegahan radikalisme berbasis komunitas dan keluarga.
Mukarramah mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial menjadi ruang baru bagi penyebaran paham-paham intoleran dan radikal.
Oleh karena itu, literasi digital dan pengawasan terhadap konten yang dikonsumsi anak-anak juga harus ditingkatkan.
“Kita harus menjaga Palangka Raya tetap aman, damai, dan bebas dari pengaruh radikalisme. Pencegahan dini adalah kunci,” pungkasnya. (MARINI/j)









