BORNEONEWS, Palangka Raya — Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya, Sigit Widodo, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis.
Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Sigit menyampaikan bahwa maraknya kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan, baik oleh sesama siswa maupun oleh tenaga pendidik, harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Ia menekankan perlunya pencegahan melalui pengawasan, edukasi, serta pembinaan karakter.
“Kita ingin setiap sekolah di Palangka Raya menjadi zona aman bagi anak. Tidak boleh ada lagi tindakan kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi di lingkungan pendidikan,” tegas Sigit, Rabu, 30 Juli 2025.
Ia mendorong Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah untuk memperkuat penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA), termasuk pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik tentang pendekatan humanis dalam mendidik siswa.
Selain itu, ia juga meminta adanya saluran pengaduan yang mudah diakses bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan.
“Pendidikan itu harus menumbuhkan, bukan menekan. Anak-anak perlu dibimbing dengan kasih sayang, bukan dengan kekerasan,” tambahnya.
Sigit juga mengajak, peran aktif orang tua dan masyarakat dalam mengawasi serta membentuk budaya saling menghormati di lingkungan sekolah dan rumah.
Ia berharap sinergi semua pihak dapat mewujudkan Kota Palangka Raya sebagai kota yang ramah anak secara nyata. (MARINI/j)









