BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, menegaskan bahwa kemandirian finansial bagi perempuan merupakan salah satu langkah strategis untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan relasi sosial lainnya.
Menurut Debora, masih banyak perempuan yang terjebak dalam situasi kekerasan karena bergantung secara ekonomi kepada pasangan atau orang lain. Kondisi ini membuat mereka sulit untuk keluar dari lingkaran kekerasan atau memperjuangkan hak-haknya.
“Perempuan yang mandiri secara finansial cenderung memiliki keberanian lebih untuk mengambil keputusan, termasuk ketika harus melindungi diri dari kekerasan. Kemandirian ekonomi menjadi salah satu bentuk perlindungan diri,” ujar Debora, Rabu, 30 Juli 2025.
Ia mendorong pemerintah kota agar lebih banyak menyediakan program pemberdayaan ekonomi perempuan, seperti pelatihan keterampilan, akses permodalan, dan pendampingan usaha.
Selain itu, Debora juga mengajak lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi tentang pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan.
“Kita ingin perempuan di Palangka Raya bukan hanya kuat secara mental dan fisik, tapi juga secara ekonomi. Ini penting demi menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan adil,” tegasnya.
Debora berharap kesadaran akan pentingnya pemberdayaan perempuan terus meningkat, dan semua pihak baik pemerintah, lembaga sosial, maupun komunitas dapat bergandengan tangan dalam mencegah kekerasan berbasis gender di Kota Palangka Raya. (MARINI/j)









