PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau — Di tengah suasana pedesaan yang tenang di Desa Pandawei, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, seorang perempuan tangguh bernama Leni terus menekuni kerajinan pembuatan lontong dari bahan tali miliyar, yang sudah digelutinya selama bertahun-tahun.

Kerajinan unik ini bukan sekadar aktivitas harian, tetapi telah menjadi sumber penghasilan sekaligus jalan usaha untuk menikmati masa tua. 

Dengan keterampilan tangan dan ketelatenan, Leni memproduksi lontong dari bahan tali yang dibentuk rapi dan kuat, cocok digunakan dalam berbagai kegiatan tradisional maupun kebutuhan rumah tangga.

“Ini sudah saya jalani sejak lama. Bukan hanya untuk mengisi waktu, tapi juga jadi jalan usaha saya,” ujar Leni dengan senyum penuh semangat, Rabu, 30 Juli 2025.

Harga lontong hasil kerajinannya bervariasi mulai dari Rp.200.000 hingga Rp350.000, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Produk Leni banyak diminati oleh warga sekitar maupun pemesan dari luar desa karena kualitas dan keunikan bahan yang digunakan.

Selain sebagai bentuk kreativitas lokal, usaha ini juga menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, terutama bagi kaum perempuan yang ingin tetap produktif di usia lanjut.

Leni berharap ke depannya ada dukungan dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk pelatihan, pemasaran, maupun akses permodalan, agar kerajinan khas ini bisa berkembang dan lebih dikenal luas.

“Kalau ada bantuan untuk pemasaran atau pelatihan, tentu saya sangat senang. Biar usaha kecil ini bisa terus hidup dan dikenal,” katanya. (MARINI/j)