KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas turut serta dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Program Nasional 3 Juta Rumah yang berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025.

Mengikuti acara secara virtual dari Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, rakor ini dipimpin oleh Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. Pemkab Kapuas diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Raison, bersama Kepala BPS Kabupaten Kapuas, Ahmad Nasrullah, dan beberapa undangan.

Fokus utama rakor kali ini adalah memperkuat langkah konkret untuk mengendalikan inflasi dan mengevaluasi dukungan terhadap Program Nasional Pembangunan Tiga Juta Rumah. Tomsi Tohir menyampaikan apresiasi kepada 10 provinsi dengan inflasi terendah, termasuk Kalimantan Tengah yang mencatat angka 1,06%, jauh di bawah rata-rata nasional.

Peran aktif kepala daerah dalam pengendalian inflasi di daerah diharapkan semakin ditingkatkan, menyoroti pentingnya sinergi dan konsistensi dalam pemantauan harga serta stok komoditas pangan strategis. Deputi BPS, Pudji Ismartini, menyoroti kenaikan Indeks Perkembangan Harga di 36 provinsi pada minggu keempat Juli 2025, dengan cabai rawit, bawang merah, dan beras sebagai penyumbang utama.

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menekankan penanganan kasus beras oplosan dan pentingnya menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi untuk beras, yang akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan berbagai pemangku kepentingan.

Di sisi perumahan, capaian program 3 Juta Rumah baru mencapai 8,14% dari target hingga akhir Juli 2025. Hal ini menjadi perhatian serius untuk mendorong percepatan pembangunan rumah layak huni.

"Rakor ini juga menyoroti pentingnya tindakan bersama dalam mengatasi tantangan inflasi dan memperkuat dukungan untuk program perumahan nasional. Pemerintah daerah diharapkan semakin aktif dan sinergis dalam mencapai target dan menjaga stabilitas ekonomi," ucap Raison, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. (SABRIANOOR/j)