SAMPIT –

BORNEONEWS – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) di Sampit pada Juni 2025 mencapai 1,17 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,22.  

"Kenaikan inflasi y-on-y di Sampit didorong oleh peningkatan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran," ujar Kepala BPS Kotim Eddy Surahman, Rabu, 30 Juli 2025.  

Ia merinci, kelompok pakaian dan alas kaki naik 1,10 persen, kemudian perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,64 persen, kesehatan naik 1,86 persen, transportasi naik 0,21 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya naik 3,06 persen,  pendidikan naik signifikan sebesar 5,20 persen. 

"Ada juga penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 4,96 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya naik tajam hingga 6,55 persen," imbuhnya. Meski demikian beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan. 

Pihaknya mencatat penurunan indeks pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,15 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,44 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen. 

Eddy menjelaskan bahwa inflasi month-to-month (m-to-m) Sampit Juni 2025 tercatat sebesar 0,43 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,29 persen.  

"Kami akan terus memantau perkembangan inflasi di Sampit dan daerah lainnya untuk memastikan stabilitas ekonomi nasional," pungkasnya. (DEVIANA/R)