BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melakukan edukasi keuangan bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) guna mengantisipasi generasi muda tersebut dari jeratan pinjaman daring (pinjol).
"Edukasi yang dirangkai dengan sosialisasi pasar modal tersebut guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan," kata Wakil Bupati Pulang Pisau Kalimantan Tengah Ahmad Jayadikarta, Rabu 30 Juli 2025.
Kegiatan tersebut merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam mencegah generasi muda terjerat praktik pinjaman online yang kian marak di kalangan remaja.
Sosialisasi pasar modal yang dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pulang Pisau dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pulang Pisau bertujuan, agar peserta didik tidak terjebak dalam pinjaman online dan belajar langsung mengenai bursa efek dan investasi sejak dini.
“Harapan saya kegiatan ini dapat memberi manfaat besar bagi masa depan mereka,” ujarnya. Kegiatan tersebut juga bagian dari implementasi program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pulang Pisau tahun 2025 yang salah satunya fokus pada akselerasi pemanfaatan produk layanan pasar modal sekolah.
“Diharapkan dalam lima tahun ke depan, masyarakat Pulang Pisau, khususnya anak-anak muda, mampu mengenal berbagai produk dan layanan keuangan dari sektor jasa keuangan,” ungkapnya.
Ketua TPAKD Kabupaten Pulang Pisau, Deni Widanarni menjelaskan bahwa program sosialisasi pasar modal ini memang dirancang untuk menjangkau pelajar sebagai sasaran utama.
“Anak-anak sekolah adalah generasi masa depan yang harus memahami sejak awal tentang keuangan, investasi, dan bagaimana memanfaatkannya untuk kehidupan mereka kelak,” ungkap Deni.
Ia mengatakan edukasi ini juga bertujuan untuk membentuk pola pikir yang sehat terhadap pengelolaan keuangan. Ia menilai, pemahaman sejak dini sangat membantu mencegah penyalahgunaan layanan keuangan seperti pinjaman online yang saat ini marak terjadi di kalangan pelajar maupun mahasiswa.
Deputi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah Andrianto Suhada mengungkapkan bahwa meskipun program pasar modal belum menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Tengah dan hanya di kota-kota besar seperti Pangkalan Bun, Sampit dan yang terakhir ada di Katingan. Kabupaten Pulang Pisau termasuk salah satu daerah yang lebih dahulu menginisiasi program ini.
“Ini merupakan suatu kebanggaan karena Pulang Pisau telah lebih dulu bergerak di bidang literasi pasar modal dibandingkan daerah lain,” katanya.
Andrianto juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar edukasi, tetapi memiliki tujuan jangka panjang untuk memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
“Pembangunan hanya bisa terwujud jika ada investasi. Maka dari itu, literasi keuangan menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang sadar dan aktif dalam dunia keuangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat transaksi pasar modal yang berasal dari Pulang Pisau sehingga kehadiran Bursa Efek Indonesia (BEI) dan TPAKD dalam kegiatan ini diharapkan mampu memicu semangat masyarakat untuk mulai memahami dan memanfaatkan potensi investasi pasar modal secara optimal.
ANTARA









