SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut hingga minggu ke-23 tahun 2025 belum ditemukan kasus COVID-19.

"Sampai dengan minggu ke-23 belum ada kasus COVID 19 yang ditemukan dan dilaporkan. Walaupun demikian, fasilitas kesehatan perlu meningkatkan kewaspadaan COVID 19 maupun penyakit potensial KLB atau wabah lainnya yang sewaktu-waktu dapat terjadi," tegasnya, Rabu, 30 Juli 2025.

Pernyataan Kaderi ini disampaikan di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di beberapa negara Asia, seperti Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Varian yang beredar pun beragam, antara lain XEC dan JN.1 di Thailand, LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1) di Singapura, JN.1 di Hongkong, dan XEC (turunan JN. 1) di Malaysia.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan melaporkan kemunculan kembali kasus COVID-19 varian MB.1.1 hingga minggu ke-22.  

Meskipun penyebarannya belum ada ditemukan di Kotim, pencegahan tetap dilakukan meski varian baru tersebut tergolong rendah dan tidak menimbulkan gejala parah. 

"Meski masih dalam batas aman, kewaspadaan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan masuk dan mewabahnya penyakit yang bisa merenggut nyawa tersebut," imbuhnya.

Kotawaringin Timur, yang juga menjadi pintu masuk warga negara asing melalui jalur udara dan laut,  memperkuat langkah antisipasi.  

Dinas Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.4/ 449 /P2P/VI/2025 tentang Kewaspadaan Dini Terhadap Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai langkah preventif. 

Surat edaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. (DEVIANA/R)