BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyaksikan langsung prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi seluruh Indonesia, tepat pada Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-88 di Palangka Raya, Jumat (28/10/2016).
Prosesi ini dilakukan oleh ratusan pemuda delegasi dari 34 provinsi se-Indonesia. Prosesi penyatuan tanah dan air dilakukan di Lapangan Sanaman Mantikei jalan Ahmad Yani sebagai tempat berlangsungnya HSP ke-88 dan pembukaan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2016.
Prosesi dimulai dengan delegasi Papua Barat. Sepasang pemuda membawa tanah dan pemudi membawa air masing-masing dikemas dalam botol yang dibawanya dari Tanah Papua. Keduanya lalu menumpahkannya ke dalam wadah tempayan atau gentong besar yang oleh masyarakat lokal disebut Tajau atau Balanga. Bagi suku Dayak, tajau atau balanga ini termasuk barang yang bernilai sakral.
Setelah itu diikuti oleh perwakilan Provinsi Papua, berikutnya dan satu-persatu pasangan delegasi tiap provinsi bergiliran menuju Balanga besar itu untuk menumpahkan tanah dan air yang dibawa dari daerah masing-masing.
Menutup prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 propinsi tersebut, Menteri Nahrawi dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melakukan penandatanganan di atas prasasti yang telah disiapkan. Siangnya, balanga dan prasasti itu dibawa panitia menuju Tugu Soekarno di Jalan S Parman, persis seberang gedung DPRD Kalteng. Disana, usai salat Jumat, Menteri Nahrawi menuangkan isi balanga yang berupa tanah dan air tadi.
“Ini adalah simbol, bersatunya keberagaman Indonesia. Kita ini lahir di tanah yang sama, minum dari air yang sama, oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak bersatu. Keanekaragaman ini harus kita jaga bersama,” kata Menpora Imam Nahrawi. (ROZIKIN/m)








