BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebuah rekaman CCTV mengungkapkan bagaimana relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) di Kapuas saat menerima informasi darurat tentang kebakaran.
Sekitar 10 orang relawan yang awalnya asyik bermain karambol di Posko BPK segera bergegas meninggalkan permainan. Mereka langsung mengenakan seragam, menyiapkan peralatan, dan menuju lokasi kebakaran.
Situasi seperti ini kerap terjadi ketika para relawan yang siaga di posko merespons informasi darurat, baik itu kebakaran maupun evakuasi korban kecelakaan.
Borneonews telah menggali peran relawan BPK di Kapuas, yang meskipun tidak menerima gaji, tetap bekerja dengan dedikasi tinggi dalam berbagai aksi kemanusiaan.
"Relawan BPK di Kapuas tidak bergaji, paling ada donatur masing-masing. Tapi, ada juga yang rajin berjalan kesana kemari meminta bantuan sesuai kebutuhan," tutur Yud, salah satu koordinator grup emergency di Kuala Kapuas, kepada Borneonews, Kamis, 31 Juli 2025.
Borneonews merasa kagum dan terharu, sekaligus prihatin! Kagum dan terharu melihat bagaimana jiwa sosial para relawan, yang sebagian besar berusia muda, menjiwai tugas mereka tanpa pamrih. Rasa kemanusiaan seakan telah mendarah daging. Di lapangan, peran relawan ini sangat dominan, dan koordinasi mereka setara dengan profesional.
Namun, miris rasanya melihat peran penting mereka di masyarakat masih mengharuskan mereka mencari dana dari publik. Bukankah ini seharusnya menjadi perhatian para wakil rakyat dan pemerintah, pengayom masyarakat yang pemegang wewenang? (SABRIANOOR/j)









