SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Rencana pembangunan Rumah Sakit Islam Muhammadiyah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat dukungan penuh dari DPRD. Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Langkap, menyatakan bahwa kehadiran rumah sakit swasta ini akan menjadi solusi strategis untuk mengurai antrean dan mengurangi beban tenaga medis di RSUD dr Murjani Sampit.

“Kami sangat mendukung rencana pendirian rumah sakit ini. Ini menjadi upaya konkret dalam memberikan alternatif layanan kesehatan kepada masyarakat Kotim,” kata Langkap, Kamis, 31 Juli 2025.

Ia menilai, pembangunan rumah sakit non-profit seperti RS Islam Muhammadiyah memberi sinyal positif terhadap kemajuan layanan kesehatan di daerah.

Langkap berharap kehadiran fasilitas baru ini bisa meningkatkan akses dan kualitas pelayanan medis, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan RSUD sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut.

Apalagi, RSUD dr Murjani Sampit kini seringkali menuai keluhan karena over kapasitas. Sehingga kehadiran rumah sakit swasta diharapkan mampu mengurai kepadatan pasien di rumah sakit pelat merah tersebut. 

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah telah memulai langkah awal pendirian rumah sakit tersebut, yang dibahas dalam rapat koordinasi di Universitas Muhammadiyah Sampit pada 27 Juli 2025.

Ketua PWM Kalteng, Ahmad Syar’i, menegaskan rumah sakit ini akan berkonsep sosial dan tidak mengejar profit. Pendirian fasilitas ini juga merespons kondisi RSUD dr Murjani yang kini mulai kewalahan menangani lonjakan pasien.

Tiga lokasi telah ditinjau sebagai alternatif pembangunan rumah sakit, yakni dua titik di Jalan Ir Soekarno (Lingkar Utara) dan satu titik di arah Desa Kandan. Seluruh lokasi akan dikaji lebih lanjut dari segi kelayakan.

Ketua tim pembangunan, Bulkani, menyampaikan bahwa rumah sakit ini akan dibangun dengan standar internasional dan didukung SDM berkualitas dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). (DEWI PATMALASARI/J)