PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - GAPKI Cabang Kalimantan Tengah menunjukkan komitmennya terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dengan menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh PT UPL Indonesia pada 30 Juli 2025 di Hotel Aquarius Sampit. Seminar ini mengangkat tema peran teknologi dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan mendukung keberlanjutan industri sawit.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara perusahaan penyedia teknologi agrokimia dan para pelaku industri sawit lokal.

"Kami ingin memastikan bahwa penggunaan agrokimia ke depan benar-benar memperhatikan keseimbangan lingkungan," kata Rawing kepada Borneonews pada Kamis, 31 Juli 2025.

Rawing juga menjelaskan bahwa GAPKI Kalimantan Tengah terus mendorong edukasi dan sosialisasi mengenai pemilihan bahan agrokimia yang lebih aman dan tidak mengganggu ekosistem. Menurutnya, pertumbuhan industri sawit harus sejalan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas lokal.

Di acara ini, PT UPL Indonesia mempresentasikan portofolio produk agrokimia berbasis teknologi tinggi yang telah terbukti aman digunakan di berbagai negara. Para peserta mendapat informasi mendalam mengenai cara kerja produk tersebut dan potensi implementasinya di Kalimantan Tengah.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa dunia perkebunan sawit siap beradaptasi dengan pendekatan yang lebih hijau. Rawing berharap, acara semacam ini bisa rutin diadakan untuk terus memperkuat pemahaman dan kemampuan teknis para pengelola perkebunan.

“Kita harus bergerak bersama dalam menerapkan prinsip keberlanjutan. Dukungan terhadap inovasi agrokimia hijau akan menjadi kunci bagi masa depan industri sawit,” pungkas Rawing lagi. (TESTI PRISCILLA/j)