BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak percepatan realisasi pembangunan Taman Satwa Pulau Hanibung, yang dinilai sebagai proyek strategis daerah dalam mendukung pelestarian satwa, mitigasi konflik dengan buaya, serta pengembangan wisata edukatif berbasis konservasi.
Anggota DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha menyampaikan, pembangunan taman satwa tersebut merupakan program prioritas yang telah masuk dalam RPJMD, namun hingga kini belum menunjukkan kemajuan.
“Kami berharap rencana pembangunan taman satwa di Pulau Hanibung segera direalisasikan, apalagi itu menjadi program prioritas dan sudah masuk dalam RPJMD,” ujar Angga, Kamis, 31 Juli 2025.
Menurutnya, keberadaan taman satwa tersebut akan berkontribusi besar terhadap pelestarian satwa, sekaligus mengurangi potensi konflik antara manusia dengan buaya yang kerap terjadi di beberapa wilayah Kotim.
Selain itu, ia menilai kawasan konservasi ini dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui potensi wisata.
Adapun, rencana pembangunan taman satwa tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Bupati Kotim, Halikinnor, sebagai bagian dari upaya jangka panjang menata kawasan Pulau Hanibung menjadi pusat konservasi. Taman ini akan difungsikan sebagai lokasi pelepasliaran satwa dilindungi, khususnya hasil evakuasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.
Di kawasan tersebut rencananya juga akan menjadi tempat mengamankan buaya agar mengurangi konflik dengan manusia. Pemerintah daerah bahkan sudah berupaya menganggarkan makanan buaya agar nalurinya tidak agresif. Namun pada April 2025 lalu, diketahui pengembangan Pulau Hanibung terkendala perizinan di pusat. (DEWI PATMALASARI/j)









