BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dalam upaya mempercepat penurunan kasus penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas menggelar pelatihan selama empat hari dari tanggal 29 Juli hingga 1 Agustus 2025 di Aula Bappelkes Pemprov Kalteng, Palangka Raya. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari tenaga medis dan kesehatan dari lima puskesmas terpilih serta RSUD Kuala Kapuas, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para peserta mencakup dokter, petugas kefarmasian, laboratorium, serta petugas recording dan reporting, dan penanggung jawab program.
Tonun menegaskan, pihaknya memiliki kewajiban moral dan hukum untuk memastikan setiap anak yang lahir terbebas dari penyakit yang dapat mengancam kelangsungan hidup atau menyebabkan kecacatan. Oleh karena itu, eliminasi penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B menjadi prioritas utama. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam upaya pencegahan penularan penyakit menular dari ibu ke anak.
"Sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin kelangsungan hidup anak, maka perlu dilakukan upaya eliminasi penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B," tegasnya, Kamis, 31 Juli 2025.
Dijelaskan pula bahwa ketiga penyakit tersebut memiliki pola penularan yang serupa, yaitu melalui hubungan seksual, kontaminasi darah, dan penularan vertikal dari ibu ke anak. Hal ini mengharuskan adanya upaya penanggulangan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mencapai eliminasi yang efektif.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan berharap agar pelatihan ini bisa menjadi langkah strategis dalam mempercepat eliminasi penularan di wilayah Kabupaten Kapuas. Dengan demikian, generasi masa depan dapat menikmati kesehatan yang lebih baik dan terbebas dari infeksi menular kronis.
Pelatihan ini menghadirkan para narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah yang memberikan materi teknis dan kebijakan terkait pencegahan penularan penyakit dari ibu ke anak. Diharapkan, dengan meningkatnya pemahaman dan kompetensi para peserta, upaya penanggulangan dapat lebih efektif dan merata. (SABRIANOOR/J)









